‹ Semua renungan

Sabtu, 8 April 2028

Nubuat dari Mulut yang Salah

Kayafas tidak sedang berkhotbah ketika ia mengucapkan kalimat paling dalam dalam Injil hari ini. Ia sedang berhitung politik. "Lebih berguna jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa binasa." Baginya itu kalkulasi dingin: korbankan satu, selamatkan banyak.

Tetapi Yohanes memberi catatan mengejutkan. Hal itu ia katakan bukan dari dirinya sendiri. Sebagai Imam Besar tahun itu, ia bernubuat tanpa sadar. Yesus memang akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, melainkan untuk mengumpulkan anak-anak Allah yang tercerai-berai menjadi satu.

Kadang kebenaran keluar dari mulut orang yang tidak memahaminya. Kayafas bermaksud menyingkirkan; Allah memakainya untuk menyatukan.

Kata mengumpulkan yang tercerai-berai itu bergema dengan bacaan pertama. Nabi Yehezkiel melihat Tuhan menjemput umat dari segala penjuru, dari bangsa-bangsa ke mana mereka terserak, lalu menjadikan mereka satu bangsa dengan satu gembala. Rindu Allah sejak dahulu memang satu: mengumpulkan yang terpisah supaya pulang.

Di keluarga, di paroki, di negeri, selalu ada gaya yang menarik orang menjadi cerai-berai. Salib bekerja ke arah sebaliknya. Ia menarik yang jauh menjadi dekat.

Kita hari ini, sedang ikut mengumpulkan atau ikut mencerai-beraikan?

Tuhan, kematian-Mu mengumpulkan yang terserak menjadi satu keluarga. Pakai aku menjadi tangan yang menyatukan, bukan yang memisahkan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →