Jumat, 7 April 2028
Dikepung Bisik-bisik
Ada penderitaan yang tidak berdarah tetapi menusuk dalam: dikelilingi bisik-bisik. Yeremia menggambarkannya dengan getir. "Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh." Bukan musuh dari jauh, melainkan teman dekat yang menunggu kita jatuh supaya punya bahan cerita.
Siapa yang pernah mengalaminya tahu betapa lelahnya. Setiap kata ditimbang orang, setiap langkah dilihat penuh curiga. Rasanya seperti berjalan di kampung yang semua jendelanya diam-diam terbuka sedikit.
Tetapi di tengah kepungan itu Yeremia tidak berhenti pada keluhan. Ia berbalik dan berkata, "Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah." Ada satu kata kecil yang menjadi engsel seluruh doa itu: tetapi. Dunia boleh berbisik, tetapi Tuhan menyertai. Keduanya benar pada saat yang sama, dan yang kedua lebih kuat.
Di Injil, Yesus pun dikepung. Batu sudah di tangan orang-orang yang hendak melempari-Nya. Namun Ia luput dari tangan mereka, sebab saat-Nya belum tiba. Yang menyertai Dia lebih besar daripada yang mengepung Dia.
Ketika bisik-bisik terasa lebih nyaring daripada suara Tuhan, kata tetapi milik Yeremia layak kita pinjam.
Tuhan, ketika aku dikepung tuduhan dan curiga, ingatkan aku bahwa Engkau menyertai. Biar imanku berhenti pada kata tetapi milik-Mu. Amin.