‹ Semua renungan

Senin, 3 April 2028

Di Bawah Pohon Apa

Susana dituduh dua orang tua-tua yang dihormati. Dua saksi, dan menurut hukum dua saksi sudah cukup untuk menjatuhkan hukuman mati. Nama baiknya runtuh dalam sekejap. Yang menuduh berjubah wibawa, yang dituduh hanya seorang perempuan. Perkara seakan sudah selesai sebelum sempat dibela.

Tetapi Daniel yang muda tidak ikut arus. Ia memisahkan kedua penuduh dan bertanya hal yang sama kepada masing-masing: di bawah pohon apa kamu melihat perbuatan itu? Yang satu menyebut satu pohon, yang lain menyebut pohon yang berbeda. Dusta yang tadinya kompak kini pecah pada satu detail kecil. Kebenaran memang begitu. Ia tidak butuh banyak bukti, ia hanya butuh satu pertanyaan yang tepat.

Zaman ini fitnah menyebar lebih cepat daripada klarifikasi. Sebuah kabar diteruskan, dibumbui, lalu dianggap benar hanya karena banyak yang mengulanginya. Tetapi banyaknya orang yang mengucapkan sebuah dusta tidak pernah mengubahnya menjadi kebenaran.

Di Injil pun seorang perempuan nyaris dihakimi ramai-ramai. Dua kisah dari dua bacaan, satu pola yang sama: yang lemah hampir remuk oleh mulut yang riuh.

Beranikah kita, seperti Daniel, berhenti sejenak dan bertanya lebih dulu sebelum ikut melempar?

Tuhan, jadikan aku lambat menuduh dan berani membela yang benar. Jauhkan lidahku dari meneruskan kabar yang belum kutimbang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →