‹ Semua renungan

Sabtu, 1 April 2028

Dari Kampung Mana

Di kampung, pertanyaan pertama kepada orang baru sering bukan namanya, melainkan asalnya. Sampeyan dari mana? Dan begitu jawabannya keluar, diam-diam kita sudah menaruh orang itu di rak yang tepat. Orang kota, orang gunung, orang seberang. Belum kenal, sudah kita nilai.

Hari ini orang banyak bertengkar soal Yesus. Bukan soal apa yang Ia ajarkan, melainkan soal dari mana Ia datang. "Mesias tidak datang dari Galilea," kata mereka. Kitab Suci sudah dihafal, peta sudah dipegang, dan kesimpulan sudah jadi sebelum mereka sungguh mendengarkan. Para penjaga yang diutus menangkap Dia malah pulang dengan tangan kosong dan satu kalimat jujur: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu."

Betapa sering kita begitu. Kita menolak sebuah kebenaran bukan karena isinya salah, tetapi karena kita tidak suka dari mulut siapa ia keluar. Kita menutup telinga karena si pembicara terlalu muda, terlalu sederhana, salah kampung.

Nikodemus mencoba mengerem. Adilkah menghukum orang sebelum ia didengar? Pertanyaannya tenggelam diejek yang lain. Tetapi pertanyaan itu masih berlaku untuk kita hari ini.

Adakah suara yang sudah lama kita tolak, bukan karena keliru, melainkan karena datang dari kampung yang salah?

Tuhan, lepaskan aku dari kebiasaan menilai sebelum mendengar. Bukalah telingaku bagi kebenaran, dari mulut siapa pun Engkau mengirimnya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →