Kamis, 23 Maret 2028
Setan yang Membisukan
Ada rumah yang penghuninya lengkap tetapi sunyi. Semua ada di dalam, tidak ada yang bertegur sapa. Marahan yang tidak pernah diselesaikan membuat meja makan menjadi tempat paling senyap. Tidak ada yang bisu, tetapi tidak ada yang bicara.
Injil hari ini bercerita tentang Yesus mengusir setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Menarik sekali jenis gangguannya: bukan setan yang membutakan atau melumpuhkan, melainkan yang membungkam. Rupanya ada kuasa jahat yang kerjanya khusus menghilangkan suara: suara pengakuan, suara maaf, suara doa.
Bacaan pertama memperlihatkan sisi lain dari penyakit yang sama. Allah mengeluh lewat Yeremia: mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian; mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya. Ada yang bisu terhadap Allah, ada yang tuli terhadap-Nya. Dua-duanya memutus percakapan.
Iman pada dasarnya adalah percakapan yang dijaga tetap hidup. Dengan Allah lewat doa dan mendengarkan firman. Dengan sesama lewat sapaan dan maaf. Setiap kali percakapan itu kubiarkan mati, si pembisu sedang menang.
Dengan siapa aku sudah terlalu lama tidak bicara?
Tuhan Yesus, usirlah segala yang membungkam mulutku dari mengaku dosa, meminta maaf, dan memuji Engkau. Amin.