Rabu, 22 Maret 2028
Satu Iota
Setiap keluarga punya resep warisan. Sayur asem buatan nenek, sambal racikan ibu. Takarannya sering tidak tertulis, hanya dihafal tangan. Hilangkan satu bumbu yang kelihatannya sepele, rasanya langsung berubah. Anak cucu yang menerima resep itu tahu aturannya: jangan mengurangi apa-apa.
Musa berpesan serupa kepada Israel tentang hukum Allah: lakukanlah dengan setia, jangan sampai hilang dari ingatanmu, dan beritahukanlah kepada anak-anakmu dan cucu cicitmu. Iman itu resep warisan. Ia hidup kalau diteruskan utuh.
Yesus dalam Injil memakai ukuran yang lebih kecil lagi: "Satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat." Iota adalah huruf terkecil dalam abjad Yunani, secuil goresan yang gampang terlewat mata. Dari sanalah kita mewarisi ungkapan tak seiota pun. Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum, melainkan menggenapinya. Seperti juru masak agung, Ia membuat resep tua itu mencapai rasa yang dimaksudkan sejak awal.
Godaan kita ialah menawar: yang besar ditaati, yang kecil dilonggarkan. Padahal kesetiaan justru teruji pada iota, pada perkara yang tidak dilihat orang.
Bumbu kecil apa yang diam-diam mulai kuhilangkan dari resep imanku?
Tuhan, jadikanlah aku setia pada perkara kecil, dan mampukanlah aku mewariskan iman ini utuh kepada generasi berikutnya. Amin.