Kamis, 16 Maret 2028
Akar yang Mencari Air
Musim kering adalah juri yang jujur bagi pepohonan. Tanaman yang akarnya dangkal langsung layu begitu hujan berhenti. Tetapi pohon yang akarnya dalam tetap hijau, seolah tidak tahu sedang kemarau. Rahasianya tidak kelihatan dari luar: akarnya sudah lama menemukan aliran air di kedalaman.
Yeremia memakai dua gambar ini untuk dua jenis manusia. Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia; ia seperti semak bulus di padang belantara. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN; ia seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang tidak berhenti menghasilkan buah bahkan dalam tahun kering.
Keduanya sama-sama mengalami kemarau. Itu yang sering kita lupa. Mengandalkan Tuhan tidak membebaskan orang dari musim sulit. Bedanya di akar: yang satu punya sumber tersembunyi, yang lain hanya punya cuaca.
Orang kaya dalam Injil hari ini adalah semak yang tampak seperti pohon. Jubah ungu, pesta setiap hari. Tetapi akarnya tidak menyentuh apa-apa, bahkan tidak menyentuh Lazarus yang terbaring di pintunya sendiri.
Ke mana akarku menjalar selama ini: ke aliran air yang hidup, atau sekadar mengejar musim?
Tuhan, tanamlah aku di tepi air-Mu, supaya dalam kemarau pun hidupku tetap berbuah bagi sesama. Amin.