‹ Semua renungan

Sabtu, 11 Maret 2028

Matahari Tidak Memilih Atap

Matahari pagi tidak pernah menyeleksi atap. Ia menghangatkan genting rumah orang saleh dan seng rumah orang yang kemarin menipu tetangganya. Hujan pun begitu, turun ke sawah orang jujur dan ladang orang licik dengan curah yang sama.

Kemarin kita mendengar Yesus menyuruh kita berdamai dengan saudara sebelum membawa persembahan. Hari ini Ia melangkah lebih jauh lagi, jauh sekali: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Alasannya bukan supaya kita tampak mulia, melainkan supaya kita mirip Bapa, yang menerbitkan matahari bagi orang jahat dan orang baik.

Mengasihi orang yang mengasihi kita, kata Yesus, itu belum apa-apa. Pemungut cukai juga bisa. Ukuran anak-anak Allah adalah kasih yang tidak menghitung kelayakan penerimanya. Seperti matahari. Seperti hujan.

Tentu ini berat. Ada nama yang membuat dada sesak setiap kali disebut. Yesus tidak menyuruh kita berpura-pura tidak sakit. Ia menyuruh satu langkah kecil yang mungkin: berdoalah baginya. Doa adalah matahari pertama yang kita izinkan terbit di atas atap musuh.

Siapa nama yang perlu kusebut dalam doaku malam ini?

Bapa, Engkau menyinari semua orang tanpa pilih kasih. Lapangkanlah hatiku untuk mendoakan orang yang melukaiku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →