Jumat, 10 Maret 2028
Rapor yang Dibakar
Bayangkan sebuah sekolah yang aneh. Murid yang tiga tahun nilainya hancur, lalu sungguh-sungguh berubah di tahun terakhir, diluluskan dengan pujian. Rapor lamanya tidak dibuka lagi. Seolah-olah dibakar.
Kita mungkin protes: tidak adil! Dan persis itulah protes orang Israel dalam bacaan hari ini: tindakan Tuhan tidak tepat! Yehezkiel menyampaikan jawaban Allah: jikalau orang fasik bertobat dari segala dosanya, segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi. Allah tidak menyimpan arsip bagi orang yang berbalik. Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? Bukankah kepada pertobatannya, supaya ia hidup?
Manusia menyimpan catatan. Kita hafal kesalahan orang bertahun-tahun lalu, lengkap dengan tanggalnya. Allah justru sebaliknya: begitu orang berbalik, lembar lama ditutup.
Tetapi ada syaratnya, dan Yesus menyebutnya dalam Injil: berdamai dahulu dengan saudaramu, baru mempersembahkan persembahanmu. Rapor kita dibakar Allah. Aneh kalau kita masih menyimpan salinan rapor orang lain di laci hati.
Arsip kesalahan siapa yang masih kusimpan rapi sampai hari ini?
Tuhan, hapuslah dosaku seperti yang Engkau janjikan, dan berilah aku hati yang rela membakar catatan kesalahan sesamaku. Amin.