‹ Semua renungan

Kamis, 9 Maret 2028

Mengetok Pintu

Anak kecil punya keahlian yang tidak diajarkan siapa pun: meminta. Ia menarik-narik baju ibunya di pasar, menyebut satu nama makanan, dan mengulanginya dengan yakin. Ia tidak pernah membayangkan permintaannya ditolak selamanya. Ia percaya penuh pada orang tuanya.

Yesus menunjuk keyakinan semacam itu: mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan. Lalu Ia bertanya, adakah bapak yang memberi batu kepada anak yang meminta roti? Jika manusia yang jahat saja tahu memberi yang baik kepada anaknya, apalagi Bapamu yang di surga.

Bacaan pertama memperlihatkan ratu Ester melakukannya. Terjepit bahaya maut yang mengancam seluruh bangsanya, ia tidak mengandalkan mahkotanya. Ia berdoa, memohon kepada Allah, satu-satunya penolongnya. Ratu sekalipun, di hadapan Allah, memilih menjadi anak yang meminta.

Kita sering keliru arah. Kepada manusia kita berani mengetok berkali-kali, kepada Allah kita segan. Padahal pintu-Nya justru yang paling ringan engselnya. Mungkin yang berat bukan pintu-Nya, melainkan gengsi kita untuk mengaku butuh.

Apa yang sudah lama ingin kuminta tetapi tidak pernah kuucapkan dalam doa?

Bapa, ajarilah aku meminta seperti anak kecil, percaya penuh bahwa Engkau memberi yang terbaik. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →