‹ Semua renungan

Senin, 6 Maret 2028

Tamu yang Menyamar

Di banyak kampung ada kepercayaan tua: jangan sembarangan menolak tamu, siapa tahu ia orang suci yang menyamar. Maka air minum disuguhkan dulu, urusan ditanyakan belakangan.

Injil hari ini memberi kepercayaan itu dasar yang mengejutkan. Pada pengadilan terakhir, Raja berkata: ketika Aku lapar kamu memberi Aku makan, ketika Aku seorang asing kamu memberi Aku tumpangan. Orang-orang benar itu bingung. Kapan? Kami tidak pernah melihat Engkau. Jawab-Nya: segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Jadi selama ini Ia berkeliling menyamar. Sebagai kuli yang belum makan siang. Sebagai perantau yang kebingungan arah. Sebagai orang sakit yang sepi pengunjung. Penyamaran-Nya sempurna, sampai kita tidak mengenali-Nya.

Yang mengejutkan dari kisah itu: kedua kelompok sama-sama tidak tahu. Yang menolong tidak sadar sedang menolong Tuhan. Yang menolak juga tidak sadar sedang menolak-Nya. Surga rupanya dibangun dari kebaikan yang dilakukan tanpa perhitungan.

Hari ini Ia akan lewat lagi. Entah menyamar sebagai siapa.

Tuhan, tajamkanlah mataku mengenali wajah-Mu pada wajah orang kecil yang kujumpai hari ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →