‹ Semua renungan

Sabtu, 4 Maret 2028

Memperbaiki Tembok Tembus

Kemarin kita mendengar Yesaya membongkar puasa yang palsu dan menunjuk puasa yang benar: memecah roti bagi yang lapar. Hari ini nubuat itu berlanjut, dan janjinya indah sekali. Orang yang berbagi akan disebut "yang memperbaiki tembok yang tembus" dan "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".

Sebutan itu sebutan tukang. Bukan pahlawan, bukan orang suci yang bersinar. Tukang tembok. Di kampung, orang seperti ini selalu ada. Yang menambal jalan berlubang dengan sisa semen. Yang datang paling dulu ketika tetangga kesusahan. Tanpa mereka, kampung hanyalah deretan rumah, bukan tempat yang dapat dihuni.

Injil hari ini memperlihatkan Yesus melakukan hal yang sama. Ia memanggil Lewi, pemungut cukai, manusia yang dianggap tembok bocor masyarakat. Semua orang menunjuk lubangnya. Yesus memperbaikinya, dengan cara makan semeja.

Di sekitar kita ada tembok yang tembus: keluarga yang retak, tetangga yang dikucilkan, teman yang jatuh. Kita bisa menunjuk-nunjuk lubangnya. Atau mengambil sisa semen dan mulai menambal. Tuhan mencari tukang, bukan pengamat.

Tuhan, jadikanlah aku tukang tembok-Mu, yang menambal retak dengan kebaikan dan menutup lubang dengan pengampunan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →