‹ Semua renungan

Kamis, 2 Maret 2028

Dua Jalur

Di persimpangan jalan menuju pasar ada dua jalur. Yang satu lebar, mulus, menurun. Yang satu sempit, menanjak, banyak lubang. Kaki tidak perlu berpikir lama. Hampir selalu ia memilih yang menurun.

Musa hari ini menaruh dua jalur di hadapan Israel: "Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan." Aneh sebenarnya. Kalau pilihannya hidup atau mati, siapa yang masih perlu disuruh memilih hidup? Tetapi Musa tahu, jalur kematian jarang memasang papan nama. Ia menyamar sebagai jalur yang menurun dan enak.

Yesus lebih terus terang lagi: barangsiapa mau mengikut Aku, ia harus menyangkal diri dan memikul salibnya setiap hari. Jalur-Nya menanjak. Tidak populer. Namun justru di situ letak keajaibannya: yang kehilangan nyawa karena Dia malah menyelamatkannya. Yang menurun berujung jurang, yang menanjak berujung puncak.

Prapaskah baru berumur dua hari. Persimpangan itu hadir dalam hal-hal kecil: menahan komentar pedas, bangun untuk berdoa, jujur walau rugi. Hari ini, jalur mana yang kupilih?

Tuhan, tuntunlah kakiku memilih jalan yang menanjak bersama-Mu, sebab di ujungnya Engkau menunggu dengan kehidupan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →