‹ Semua renungan

Kamis, 17 Februari 2028

Tamu Bersandal Jepit

Bayangkan dua tamu datang ke pesta yang sama. Yang satu turun dari mobil, berkemeja licin. Yang lain datang berjalan kaki, bersandal jepit. Ke arah mana panitia bergegas menyambut, kita semua sudah tahu jawabnya.

Yakobus melihat adegan itu terjadi bukan di pesta, melainkan di dalam jemaat. Orang bercincin emas dipersilakan duduk di tempat yang baik; orang miskin disuruh berdiri di pojok. Ia menyebutnya dengan nama yang tegas: memandang muka, dan itu dosa. Sebab Allah justru memilih orang yang dianggap miskin oleh dunia untuk menjadi kaya dalam iman.

Menariknya, Injil menunjukkan bahwa kita bisa memandang muka bahkan terhadap Allah. Kemarin orang buta di Betsaida melihat bertahap; hari ini Petrus persis seperti itu: setengah melihat. Ia mengaku dengan tepat, Engkau adalah Mesias. Tetapi begitu Yesus berbicara tentang penderitaan dan salib, Petrus menarik-Nya ke samping dan menegur-Nya. Petrus menghendaki Mesias yang berkemeja licin, bukan yang berdarah. Maka teguran Yesus keras sekali: enyahlah Iblis.

Iman yang sehat menyambut Allah dan sesama apa adanya, bukan sebagaimana enaknya bagi kita.

Tuhan, sembuhkan mataku dari kebiasaan menakar orang. Ajarilah aku melihat wajah-Mu justru pada yang bersahaja. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →