‹ Semua renungan

Sabtu, 12 Februari 2028

Hitungan Dapur

Menjelang tanggal tua, banyak ibu berdiri di depan rak dapur sambil berhitung: beras tinggal sekian, mulut yang harus diberi makan sekian. Hitungan dapur adalah hitungan cinta yang paling jujur.

Injil hari ini memperlihatkan Yesus berhitung seperti itu. Kemarin di Dekapolis Ia membuka telinga orang tuli, dan kerumunan yang takjub itu kini mengikuti-Nya sampai tiga hari. Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan, kata-Nya; mereka tidak mempunyai makanan; jika Kusuruh pulang, mereka akan rebah di jalan. Perhatikan betapa jasmani belas kasih Yesus: Ia menghitung hari, menghitung jarak, memikirkan perut orang. Kasih-Nya tidak melayang di awang-awang.

Para murid juga berhitung, tetapi arahnya berbeda: bagaimana mungkin di tempat sunyi ini? Mereka menghitung kekurangan. Yesus bertanya: berapa roti ada padamu? Ia menghitung yang ada. Tujuh roti diberkati, dipecah, dibagikan, dan empat ribu orang makan sampai kenyang, masih sisa tujuh bakul.

Di hadapan kebutuhan yang besar kita selalu bisa memilih: menghitung yang kurang sampai lumpuh, atau menyerahkan yang ada ke tangan Yesus. Yang kedua itulah awal semua mukjizat.

Tuhan, inilah tujuh rotiku yang sedikit. Berkatilah, pecahkanlah, dan bagikanlah menurut hitungan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →