Senin, 7 Februari 2028
Orang Sakit di Pasar
Pasar pagi adalah tempat orang berhitung. Menawar, menimbang, mengembalikan uang receh. Hampir tidak ada yang datang ke pasar untuk berharap. Tetapi di Genesaret, begitu Yesus turun dari perahu, pasar berubah fungsi. Orang-orang mengusung tetangganya yang sakit dengan tilamnya dan membaringkan mereka di pasar. Ke mana saja kabarnya Ia berada, ke sanalah orang berlari.
Bacaan pertama melukiskan kemuliaan Allah memenuhi Bait Salomo yang megah, sampai para imam tak tahan berdiri. Injil melukiskan kemuliaan yang sama sedang berjalan kaki di antara lapak-lapak. Allah yang disembah di gedung tersuci ternyata bersedia disentuh di tempat paling riuh dan berdebu.
Dan lihat betapa kecil yang diminta orang-orang itu: hanya menjamah jumbai jubah-Nya. Bukan upacara, bukan kata-kata indah. Sentuhan pinggir jubah pun cukup, dan semua yang menjamah-Nya menjadi sembuh.
Kita sering menyimpan Allah rapi di gereja, seperti barang pecah belah. Padahal Ia justru senang dibawa ke pasar hidup kita: ke dapur, ke tempat kerja, ke tempat kita berhitung dan lelah.
Tuhan, lewatlah di pasarku hari ini. Aku ingin menjamah jumbai jubah-Mu di tengah kesibukanku. Amin.