‹ Semua renungan

Sabtu, 5 Februari 2028

Makan pun Tak Sempat

Kita mengenal hari-hari seperti itu: pekerjaan datang beruntun, tamu tak putus-putus, sampai nasi di piring dingin tak tersentuh. Para rasul mengalaminya. Kemarin kita mendengar kabar muram pemenggalan Yohanes; hari ini mereka kembali dari perutusan dengan banyak cerita, dan begitu banyak orang datang dan pergi sampai makan pun mereka tidak sempat.

Menarik sekali tanggapan Yesus. Ia tidak berkata: ayo semangat, umat menunggu. Ia berkata: marilah ke tempat sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika. Bagi Yesus, istirahat bukan kemalasan, melainkan bagian dari perutusan. Sebab kendi yang kosong tidak bisa menuangkan apa-apa.

Tetapi lihatlah kelanjutannya. Ketika perahu mendarat dan kerumunan sudah menunggu lagi, Yesus tidak mengeluh. Hati-Nya tergerak oleh belas kasihan, karena mereka seperti domba tanpa gembala. Dari keheningan yang singkat lahir belas kasih yang panjang.

Santa Agata, martir muda yang kita kenang hari ini, bertahan dalam siksaan karena hatinya sudah lebih dulu penuh dengan Kristus. Kekuatan memang lahir dari yang tersembunyi: doa, hening, istirahat bersama Tuhan.

Tuhan, ajarilah aku berhenti sejenak bersama-Mu, supaya belas kasihku tidak cepat habis. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →