Jumat, 4 Februari 2028
Sandera Meja Pesta
Ada kata-kata yang keluar di meja pesta dan tidak bisa ditarik lagi. Bukan karena benar, tetapi karena semua tamu sudah telanjur mendengarnya. Sejak saat itu si empunya kata menjadi sandera gengsinya sendiri.
Herodes persis begitu. Ia sebenarnya segan kepada Yohanes, senang mendengarkannya, tahu orang itu benar dan suci. Tetapi di depan para pembesar ia telanjur bersumpah kepada seorang penari kecil. Ketika yang diminta ternyata kepala Yohanes, hatinya sangat sedih. Lalu ia memilih: lebih baik nabi mati daripada mukanya jatuh. Berapa banyak kejahatan di dunia ini terjadi bukan karena kebencian, melainkan karena takut malu?
Kemarin kita mendengar para murid diutus mewartakan pertobatan. Hari ini Markus memperlihatkan tarifnya: Yohanes membayar kebenaran dengan lehernya. Suara boleh dipenggal, kebenaran tidak.
Kita mungkin tidak menghadapi algojo. Tetapi kita kenal rasanya: diam saat harus bicara, ikut arus supaya tidak kehilangan muka.
Tuhan, bebaskan aku dari penjara gengsi. Berilah aku hati yang lebih takut kehilangan Engkau daripada kehilangan muka. Amin.