‹ Semua renungan

Sabtu, 29 Januari 2028

Engkaulah Orang Itu

Kita selalu lebih tajam melihat kesalahan orang lain daripada kesalahan sendiri. Mengomentari kekeliruan orang terasa mudah dan bahkan menyenangkan. Tetapi begitu kesalahan yang sama ada pada kita, tiba-tiba kita punya seribu alasan pemaaf.

Nabi Natan tahu kelemahan itu, maka ia tidak langsung menuduh Daud. Ia bercerita: ada orang kaya yang punya banyak ternak, tega merampas satu-satunya anak domba milik tetangganya yang miskin. Mendengar itu, Daud murka, "Orang yang melakukan itu harus dihukum mati!" Ia menghakimi dengan sangat tegas, tanpa tahu ia sedang menghakimi dirinya sendiri.

Lalu jatuhlah kalimat Natan yang menusuk: "Engkaulah orang itu." Daud yang baru saja mengambil istri Uria dan menyingkirkan suaminya, ternyata sedang mengutuk perbuatannya sendiri lewat mulut orang lain. Cermin yang ia kira menghadap ke luar, ternyata menghadap ke dalam.

Betapa sering kita begitu. Geram pada orang yang sombong, padahal kita pun sombong dengan cara lain. Marah pada yang tidak jujur, padahal kita menyimpan ketidakjujuran sendiri. Kesalahan yang paling keras kita kecam pada orang lain sering justru cermin dari yang kita sembunyikan.

Yang menyelamatkan Daud bukan pembelaan diri, melainkan pengakuan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Empat kata yang jujur, dan pintu pengampunan pun terbuka.

Tuhan, sebelum aku sibuk menghakimi orang lain, baliklah cermin itu ke wajahku sendiri. Berilah aku kejujuran Daud untuk mengaku, dan bukan kepandaian mencari alasan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →