‹ Semua renungan

Kamis, 27 Januari 2028

Takaran

Di pasar, timbangan adalah soal kepercayaan. Pedagang yang mengurangi takaran mungkin untung sedikit hari ini, tetapi lambat laun pembeli tahu dan pergi. Sebaliknya, penjual yang menimbang dengan jujur, bahkan melebihkan sedikit, akan dicari orang. Takaran yang kita pakai untuk orang lain akhirnya kembali kepada kita sendiri.

Yesus memakai gambar itu dalam Injil hari ini: "Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu." Ini bukan sekadar soal dagang. Ini hukum kehidupan. Orang yang murah hati menakar akan menerima kemurahan. Orang yang pelit dan penuh perhitungan akan hidup dalam dunia yang terasa pelit pula.

Kita menakar setiap hari, sering tanpa sadar. Menakar pengampunan: seberapa banyak kesalahan orang mau kita maafkan. Menakar perhatian, pujian, kesabaran. Diam-diam kita menghitung, "sudah cukup segini." Padahal takaran yang kita pakai itulah yang kelak dituangkan kembali ke pangkuan kita.

Yesus juga berkata bahwa pelita tidak dinyalakan untuk ditaruh di bawah gantang. Kebaikan dan terang memang tidak diciptakan untuk ditakar irit dan disembunyikan, melainkan untuk dibagikan dengan berlimpah.

Hari ini, dengan takaran apa kita mengukur orang lain? Sebab timbangan yang sama sedang menunggu di ujung, untuk menimbang kita.

Tuhan, ajarilah aku menakar dengan murah hati: mengampuni tanpa berhitung, memberi tanpa menghitung. Sebab dari takaran yang kupakai, aku sendiri akan menerima. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →