Selasa, 25 Januari 2028
Tangan Ananias
Dalam setiap kisah pertobatan yang besar, hampir selalu ada tokoh kecil yang jarang disebut. Untuk Paulus, tokoh itu bernama Ananias. Kita merayakan Pertobatan Santo Paulus hari ini, tetapi ada baiknya kita menengok orang yang menjadi tangan Tuhan baginya.
Bayangkan posisi Ananias. Ia seorang murid di Damsyik, dan nama Saulus sudah terkenal sebagai pemburu orang Kristen yang datang justru untuk menangkap mereka. Lalu Tuhan menyuruhnya mendatangi orang yang paling ia takuti itu, meletakkan tangan atasnya, dan menyembuhkan matanya. Menyambut musuh yang berbahaya bukan tugas yang ringan.
Namun Ananias pergi. Dan kata pertama yang ia ucapkan kepada si penganiaya sungguh mengharukan: "Saulus, saudaraku." Saudara. Orang yang kemarin ia takuti sebagai ancaman, hari ini ia sapa sebagai saudara. Prasangkanya kalah oleh ketaatannya.
Pertobatan Paulus memang diawali cahaya dari langit, tetapi digenapi oleh sepasang tangan manusia. Allah bisa saja menyembuhkan mata Paulus langsung. Tetapi Ia memilih memakai Ananias, seorang murid biasa yang bersedia mengatasi ketakutannya. Rahmat besar sering mengalir lewat orang-orang kecil yang mau taat.
Barangkali di sekitar kita ada Saulus yang sulit kita percayai bisa berubah: orang yang pernah menyakiti, yang reputasinya buruk, yang kita hindari. Tuhan mungkin sedang menyuruh kita menjadi Ananias baginya, yang berani menyapa "saudaraku".
Tuhan, ketika Engkau mengutusku kepada orang yang kutakuti atau kubenci, berilah aku keberanian Ananias untuk menyapanya saudara. Pakailah tanganku menjadi saluran rahmat-Mu. Amin.