‹ Semua renungan

Senin, 24 Januari 2028

Setetes Madu

Ada pepatah yang sering dikaitkan dengan Santo Fransiskus dari Sales, yang kita kenang hari ini: setetes madu lebih banyak menarik lalat daripada sedrum cuka. Uskup yang lembut ini memenangkan kembali ribuan orang yang telah meninggalkan Gereja bukan dengan bentakan atau ancaman, melainkan dengan kesabaran dan kelembutan yang tak kunjung habis. Ia yakin, jiwa lebih mudah diluluhkan oleh kasih daripada oleh kekerasan.

Injil hari ini memperlihatkan Yesus difitnah dengan tuduhan yang sangat kasar. Para ahli Taurat berkata, "Ia kerasukan Beelzebul." Kebaikan-Nya menyembuhkan orang justru dituduh sebagai pekerjaan setan. Tuduhan sekejam itu mudah dibalas dengan kemarahan. Tetapi Yesus menjawab dengan nalar yang tenang: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan."

Ia tidak membalas hinaan dengan hinaan. Ia menjawab fitnah dengan penjelasan yang jernih, tanpa kehilangan kendali. Di situ ada kekuatan yang tidak gaduh, kekuatan yang tidak perlu berteriak untuk membuktikan diri.

Kita hidup di zaman yang gemar membalas dengan volume. Dihina, kita balas lebih keras. Diserang, kita serang balik dua kali lipat. Padahal seperti diajarkan Fransiskus dari Sales, dan diteladankan Yesus sendiri, kelembutan bukan tanda kalah. Ia justru membutuhkan kekuatan batin yang jauh lebih besar daripada amarah.

Hari ini, adakah cuka yang bisa kita ganti dengan madu, tanpa mengorbankan kebenaran?

Tuhan, ketika aku difitnah atau disakiti, jauhkanlah aku dari keinginan membalas dengan kekerasan. Seperti Santo Fransiskus dari Sales, berilah aku kelembutan yang lahir dari kekuatan, bukan dari kelemahan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →