‹ Semua renungan

Sabtu, 8 Januari 2028

Membuka Simpanan

Di banyak rumah ada satu laci atau lemari yang jarang sekali dibuka. Isinya barang-barang yang bagus: kain pemberian, piring cadangan, uang simpanan. Disimpan untuk hari istimewa yang entah kapan datang. Kadang barang itu rusak dimakan waktu sebelum sempat dipakai, karena hari istimewa itu terus ditunda.

Para majus tidak menunda. Setibanya di rumah sederhana di Betlehem, mereka "membuka tempat harta bendanya" dan mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur. Perhatikan kata itu: membuka. Harta yang biasanya dikunci rapat mereka buka lebar-lebar di hadapan seorang bayi. Mereka menilai perjumpaan ini cukup istimewa untuk mengeluarkan yang terbaik, bukan yang sisa.

Sering kali kepada Tuhan kita justru memberi yang sebaliknya. Waktu kita berikan sisanya, ketika sudah lelah. Perhatian kita berikan seadanya, sambil pikiran melayang ke tempat lain. Yang terbaik kita simpan untuk diri sendiri, untuk hari istimewa versi kita.

Padahal harta kita yang paling mahal hari ini mungkin bukan emas, melainkan waktu, tenaga, dan perhatian yang utuh. Justru itulah yang paling sering kita kunci rapat.

Epifani menutup rangkaian Natal dengan gambar tangan yang terbuka. Tidak ada yang menjadi miskin karena membuka simpanannya bagi Tuhan. Para majus pulang dengan kotak yang lebih ringan, tetapi hati yang jauh lebih penuh.

Tuhan, bukakanlah simpanan hatiku. Jangan biarkan aku memberi-Mu hanya yang tersisa, sementara yang terbaik kusembunyikan untuk diriku sendiri. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →