Selasa, 4 Januari 2028
Tukang Ajak
Di setiap keluarga atau lingkungan biasanya ada satu orang yang punya kebiasaan mengajak. Ke mana pun ia menemukan sesuatu yang baik, warung yang enak, kelompok doa yang hangat, ia tidak menikmatinya sendiri. "Ayo ikut," katanya, sambil menarik tangan.
Kemarin kita mendengar Yohanes Pembaptis menunjuk Yesus dan berseru, "Lihatlah Anak domba Allah." Hari ini dua muridnya mengikuti tunjukan itu, dan salah satunya bernama Andreas. Yang menarik, hal pertama yang dilakukan Andreas setelah berjumpa Yesus bukan menyimpan pengalaman itu untuk dirinya. Ia "mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya," lalu berkata, "Kami telah menemukan Mesias."
Ia lalu membawa Simon kepada Yesus. Dan di situ terjadi sesuatu yang tak terduga. Yesus memandang Simon dan berkata, "Engkau akan dinamakan Kefas," yang berarti Petrus, batu karang. Simon si nelayan yang meledak-ledak itu belum tampak seperti batu karang mana pun. Tetapi Yesus tidak melihat Simon yang sekarang; Ia melihat Simon yang akan jadi.
Dua hal kecil untuk kita bawa hari ini. Pertama, iman tumbuh dari mulut ke mulut, dari saudara ke saudara. Banyak orang sampai kepada Kristus bukan karena khotbah hebat, melainkan karena ada yang berkata, "ayo ikut." Kedua, ketika Tuhan memanggil, Ia memanggil bukan berdasarkan siapa kita sekarang, tetapi siapa yang bisa kita jadi.
Siapa Simon dalam hidup kita, saudara yang menunggu untuk kita ajak?
Tuhan, jadikan aku seperti Andreas, yang tak menyimpan sukacita perjumpaan untuk diri sendiri. Berilah aku keberanian sederhana untuk mengajak seseorang kepada-Mu hari ini. Amin.