‹ Semua renungan

Rabu, 15 Desember 2027

Ragu di Penjara

Menunggu kabar itu berat, apalagi menunggu di tempat sempit. Orang yang menunggui keluarganya di lorong rumah sakit tahu rasanya: pikiran mulai berputar, keyakinan yang kemarin kokoh mulai retak. Bukan karena imannya hilang, tetapi karena dinding terlalu dekat dan kabar terlalu lama.

Yohanes Pembaptis sedang di penjara Herodes ketika ia mengutus muridnya bertanya kepada Yesus: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?" Ini pertanyaan yang mengejutkan. Yohanes yang dulu menunjuk Yesus dengan yakin di sungai Yordan kini bertanya-tanya. Nabi terbesar pun bisa ragu.

Dan lihatlah jawaban Yesus. Ia tidak menegur, tidak kecewa. Ia menunjuk kenyataan: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang miskin menerima kabar baik. Lalu satu kalimat lembut: "Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

Keraguan ternyata bukan lawan iman. Yang dilakukan Yohanes justru teladan: ia membawa ragunya kepada Yesus, bukan memendamnya sendirian. Ragu yang diajak bicara akan pulang membawa jawaban. Ragu yang dikurung sendirian akan membusuk menjadi kecewa.

Sedang ragu hari-hari ini? Bawa saja. Ia tidak pernah tersinggung oleh pertanyaan yang jujur.

Tuhan, terimalah pertanyaan-pertanyaanku, dan jagalah aku supaya tidak kecewa lalu pergi. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →