Senin, 13 Desember 2027
Nama Terang
Mati lampu di malam hari selalu membuat rumah gaduh sebentar. Lalu seseorang menyalakan satu lilin, dan semua tenang. Satu nyala kecil ternyata cukup untuk membuat seisi rumah menemukan arah.
Hari ini Gereja mengenang Santa Lusia, gadis muda dari Sirakusa yang dibunuh karena imannya. Namanya berasal dari kata Latin lux, artinya cahaya. Di belahan bumi utara, peringatannya jatuh pada hari-hari paling gelap dalam setahun, ketika malam paling panjang. Seakan Gereja sengaja menaruh nama Cahaya justru di titik tergelap kalender.
Bacaan pertama pun bicara tentang cahaya di tempat tak terduga. Bileam, tukang tenung bayaran yang disewa untuk mengutuk Israel, justru dibuka matanya oleh Allah dan bernubuat: "Bintang terbit dari Yakub." Nubuat Mesias keluar dari mulut orang luar. Terang Allah memang tidak bisa diatur-atur jalurnya.
Sementara di Injil, para imam kepala yang paling paham kitab justru gelap mata. Ditanya soal baptisan Yohanes, mereka berhitung untung rugi lalu menjawab: kami tidak tahu. Yang tahu banyak belum tentu mau melihat.
Lusia muda melihat dan berani. Terang tidak menunggu kita besar dulu. Satu lilin kecil pun mengubah seisi rumah.
Tuhan, di hari-hari gelapku, jadikanlah aku lilin kecil yang tidak takut menyala. Amin.