‹ Semua renungan

Kamis, 9 Desember 2027

Digandeng

Menyeberang jalan raya yang ramai, seorang anak kecil tidak diberi ceramah keselamatan lalu lintas. Ia cukup digandeng. Tangannya digenggam tangan yang lebih besar, dan seketika jalan yang menakutkan itu bisa dilewati. Anak itu tidak menjadi lebih kuat. Ia hanya tidak sendirian. Dan itu mengubah segalanya.

Bacaan hari ini memuat salah satu kalimat paling lembut dalam Kitab Yesaya: "Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau." Allah bahkan menyapa umat-Nya dengan panggilan yang jujur: hai si cacing Yakub. Bukan hai pahlawan, bukan hai juara. Cacing: kecil, lunak, gampang diinjak. Justru kepada yang seperti itulah Ia mengulurkan tangan. Kekuatan kita bukan syarat; kelemahan kita justru alamat pertolongan-Nya.

Kita sering mengira Allah hanya menggandeng orang yang imannya besar. Yesaya berkata sebaliknya. Yang digandeng justru yang lemah, yang haus, yang tidak punya apa-apa. Bagi mereka Ia berjanji membuat sungai memancar di bukit gundul dan telaga di padang gurun.

Adven adalah musim mengakui diri: kita cacing yang menunggu digandeng, bukan pahlawan yang menunggu dipuji. Dan tangan itu sudah terulur lebih dulu.

Tuhan, genggamlah tangan kananku hari ini, sebab jalan di depanku ramai dan aku kecil. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →