‹ Semua renungan

Selasa, 7 Desember 2027

Hitungan Gembala

Setiap ibu yang pernah membawa anak-anaknya ke pasar malam tahu ilmu ini: menghitung kepala. Empat anak berangkat, empat harus pulang. Kalau yang tiga sudah dalam genggaman dan satu hilang di kerumunan, tidak ada ibu yang berkata tiga dari empat itu sudah bagus. Ia akan menerobos kerumunan mencari yang satu.

Matematika semacam itulah yang dipakai Yesus hari ini. Sembilan puluh sembilan domba ditinggal di pegunungan demi mencari satu yang sesat. Secara hitungan dagang, ini keliru. Secara hitungan kasih, ini satu-satunya yang masuk akal. Sebab bagi gembala, domba bukan angka. Tiap ekor punya nama. Yang hilang itu bukan sekadar kurang satu, melainkan wajah yang dikenal dan dirindukan.

Yesaya melukiskan Allah dengan gambar yang sama lembutnya: gembala yang menghimpun kawanan dengan tangan-Nya, memangku anak-anak domba, menuntun induknya dengan hati-hati.

Hari ini Gereja mengenang Ambrosius, uskup Milan yang gigih mencari satu dombanya yang paling bandel: seorang muda bernama Agustinus. Ia tidak menghakiminya; ia menerimanya dengan sabar. Domba itu kelak menjadi gembala besar.

Jangan-jangan kita pun pernah menjadi yang seekor itu, dan seseorang tidak berhenti mencari kita: doa seorang ibu, kesabaran seorang sahabat, teguran seorang gembala.

Tuhan, Gembala yang menghitung sampai lengkap, jangan biarkan aku berhenti mencari yang hilang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →