‹ Semua renungan

Senin, 6 Desember 2027

Bongkar Atap

Di desa-desa Jawa masih hidup tradisi sambatan: kalau satu keluarga membangun rumah, para tetangga datang membantu tanpa dibayar. Rumah dianggap urusan bersama. Hari ini Injil memperlihatkan sambatan yang terbalik: demi seorang sahabat, atap rumah orang justru dibongkar.

Seorang lumpuh diusung teman-temannya kepada Yesus. Pintu buntu oleh kerumunan. Mereka tidak pulang. Mereka naik ke atap, membongkarnya, dan menurunkan sahabat mereka tepat di depan Yesus. Lalu ada kalimat yang mudah terlewat: "Ketika Yesus melihat iman mereka." Iman mereka. Bukan iman si lumpuh saja. Dan bentuk iman itu sangat jasmani: tangga, tali, genting yang diangkat, tangan yang lecet. Orang itu disembuhkan sebagian karena iman para pengusungnya.

Kita sering mengira iman itu urusan pribadi, satu orang satu tanggungan. Injil hari ini membantahnya. Ada orang yang sampai kepada Tuhan karena digotong: oleh doa ibunya, oleh kesetiaan sahabatnya, oleh komunitas yang tidak menyerah membawanya. Kita pun dulu digendong orang lain ke bejana pembaptisan.

Yesaya berpesan: "Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah." Itu tugas pengusung. Adven mengingatkan bahwa penantian ini penantian bersama. Siapa yang sedang lumpuh di sekitar kita, dan atap mana yang berani kita bongkar untuknya?

Tuhan, jadikanlah aku pengusung yang tidak menyerah di depan pintu yang buntu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →