‹ Semua renungan

Sabtu, 4 Desember 2027

Musim Panen

Petani tahu rasanya: padi menguning serentak di semua petak, sementara tenaga di rumah cuma dua pasang tangan. Panen tidak bisa menunggu. Terlambat seminggu, gabah rontok di tanah.

Kemarin dua orang buta yang baru disembuhkan tidak bisa menahan diri; mereka memasyhurkan Yesus ke seluruh daerah. Hari ini Yesus memandang orang banyak yang lelah dan terlantar seperti domba tanpa gembala, lalu berkata: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit." Maka dua belas murid diberangkatkan.

Perhatikan apa yang diminta Yesus sebelum mengutus: mintalah kepada tuan yang empunya tuaian. Berdoa dulu, berangkat kemudian. Sebab ladang ini bukan milik para pekerja. Kita hanya buruh musiman di sawah Allah.

Yesaya menambah penghiburan bagi yang ragu berangkat: "Telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya." Suara itu datang dari belakang, seperti orang tua yang mengawasi anaknya belajar jalan. Kita tidak berjalan sendirian. Ada Suara yang menjaga arah.

Padi di sekitar kita sudah menguning: orang yang kesepian, yang sakit, yang menunggu dikunjungi. Pekerjanya masih sedikit. Tidak perlu jauh-jauh; ladang paling dekat sering ada di dalam rumah sendiri. Berangkat hari ini?

Tuhan yang empunya tuaian, utuslah pekerja ke ladang-Mu, dan mulailah dari aku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →