Jumat, 3 Desember 2027
Berlayar Jauh
Hari ini Gereja mengenang Fransiskus Xaverius, orang Spanyol yang berlayar berbulan-bulan ke Asia. Ia menginjakkan kaki di Goa, di Maluku, di Jepang, dan wafat di depan pintu Tiongkok. Kapal zaman itu bukan kapal pesiar. Setengah penumpangnya bisa tidak sampai. Apa yang membuat orang berangkat sejauh itu? Bukan gaji. Bukan nama besar.
Injil hari ini memberi jawaban lewat dua orang buta. Mereka tidak bisa melihat jalan, tetapi mereka berjalan mengikuti Yesus sambil berseru-seru. Yesus bertanya satu hal saja: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab percaya. "Jadilah kepadamu menurut imanmu."
Menarik urutannya. Mereka mengikuti dulu, baru melihat kemudian. Kita sering maunya terbalik: melihat dulu semua jaminan, baru mau melangkah. Padahal Yesaya sudah berjanji, mata orang buta akan melihat dan orang sengsara akan bersukaria. Janji itu untuk orang yang berani berjalan dalam gelap sambil terus berseru.
Xaverius berlayar tanpa tahu ujungnya. Dua orang buta berjalan tanpa melihat arahnya. Iman memang begitu: melangkah dulu, terang menyusul. Dan sepanjang jalan, seruan dua orang buta itu layak menjadi bekal kita: kasihanilah kami, hai Anak Daud.
Tuhan, aku tidak melihat seluruh jalan. Cukupkanlah imanku untuk langkah hari ini. Amin.