Kamis, 2 Desember 2027
Fondasi
Desember bulan hujan. Setiap tahun ada saja berita rumah roboh atau tanah longsor. Dan setiap kali, yang menentukan bukan warna cat atau model pagarnya. Yang menentukan adalah bagian yang tidak pernah difoto: fondasi.
Kemarin Yesaya mengajak kita ke perjamuan di gunung Sion. Hari ini masih di tempat yang sama, terdengar nyanyian: "Pada kita ada kota yang kuat." Kuatnya bukan karena temboknya tebal, melainkan karena TUHAN sendiri yang memasangnya. "Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal."
Yesus memakai gambar yang sama. Dua rumah, hujan yang sama, banjir yang sama, angin yang sama. Yang satu berdiri, yang satu rubuh. Bedanya di bawah, bukan di atas. Dan Ia menyebut fondasi itu dengan jelas: mendengar perkataan-Ku dan melakukannya. Bukan berseru "Tuhan, Tuhan". Melakukan. Doa, ibadah, dan pengetahuan agama itu penting, tetapi semuanya baru menjadi batu ketika turun menjadi tindakan.
Iman yang hanya diucapkan itu seperti rumah yang hanya dicat. Kelihatan bagus selama cuaca cerah. Badai yang akan memeriksa fondasinya. Apa yang sedang kita kerjakan diam-diam di bawah tanah kehidupan kita?
Tuhan, jadikanlah firman-Mu batu di bawah rumahku, bukan hiasan di dindingnya. Amin.