‹ Semua renungan

Rabu, 1 Desember 2027

Meja yang Disiapkan

Di kampung, tanda paling jelas ada hajatan bukan undangan cetak. Tandanya tenda. Dapur mengepul sejak subuh, kursi dipinjam dari tetangga, dan tuan rumah sibuk memastikan satu hal: jangan sampai ada tamu pulang lapar.

Yesaya membuka Adven dengan gambar serupa. Di gunung Sion, TUHAN sendiri menyediakan perjamuan bagi segala bangsa. Masakan bergemuk, anggur tua yang disaring. Tetapi menu utamanya bukan makanan. Ia mengoyakkan kain perkabungan, meniadakan maut, menghapus air mata dari segala muka. Allah yang kita nanti-nantikan ternyata seorang tuan rumah.

Injil memperlihatkan tuan rumah itu turun tangan. Yesus melihat orang banyak tiga hari mengikuti-Nya tanpa makanan. Hati-Nya tergerak. Tujuh roti dan beberapa ikan kecil dipecah-pecahkan, dan semua makan sampai kenyang. Masih sisa tujuh bakul. Perjamuan Sion itu sudah mulai dicicipi di sebuah bukit di Galilea. Janji lama itu ternyata bukan angan-angan. Ia punya wajah, punya tangan, dan tangan itu sedang membagi-bagi roti.

Penantian Adven ternyata bukan menunggu hakim. Kita menunggu tuan rumah yang memasang tenda. Pertanyaannya sederhana: di meja hidup kita, siapa yang belum kebagian tempat duduk? Mungkin tetangga yang kesepian, mungkin saudara yang lama tidak kita sapa.

Tuhan, Engkau menyediakan meja bagi segala bangsa. Jadikanlah mejaku sambungan dari meja-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →