Selasa, 30 November 2027
Meninggalkan Jala
Bagi nelayan, jala bukan sekadar alat. Jala adalah nafkah, warisan bapak, jaminan dapur tetap mengepul. Melepaskan jala berarti melepaskan kepastian.
Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Andreas. Namanya berasal dari kata Yunani yang berarti gagah berani. Dan keberaniannya tampak dalam satu kata kecil di Injil: segera. Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Tidak ada rapat keluarga, tidak ada masa percobaan tiga bulan. Panggilan datang, jala diletakkan. Kata segera itu pendek, tetapi harganya seumur hidup.
Dari mana keberanian macam itu? Paulus memberi petunjuknya dalam bacaan pertama: iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Andreas mendengar suara yang memanggilnya, dan suara itu cukup meyakinkannya bahwa Dia yang memanggil lebih dapat dipegang daripada jala yang ditinggalkan.
Tradisi mencatat Andreas kemudian membawa kabar baik sampai jauh dan wafat sebagai martir di kayu salib. Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik, kata Kitab Suci. Penjala ikan itu sungguh-sungguh menjadi penjala manusia.
Kita pun sedang dipanggil, di masa Adven ini. Jala apa yang membuat kita menunda-nunda: rasa aman, kebiasaan lama, atau takut rugi?
Tuhan, panggillah aku sekali lagi, dan berilah aku keberanian Andreas untuk menjawab: segera. Amin.