‹ Semua renungan

Kamis, 25 November 2027

Tiga Kali Sehari

Resep dokter biasanya berbunyi begini: diminum tiga kali sehari, jangan diputus walau sudah merasa sembuh. Obat bekerja lewat keteraturan, bukan lewat dosis besar yang sesekali.

Daniel punya resep serupa untuk jiwanya: berdoa tiga kali sehari. Ketika keluar undang-undang yang melarang menyampaikan permohonan kepada siapa pun selain raja, ia tidak menambah dan tidak mengurangi. Tetap tiga kali sehari, seperti biasa. Kebiasaan itulah yang mengantarnya ke gua singa. Dan kebiasaan itu pula yang membuatnya keluar tanpa luka, sebab, kata kitab itu, ia percaya kepada Allahnya.

Kita sering membayangkan iman sebagai perkara momen-momen besar: retret yang mengharukan, mukjizat yang dramatis. Kisah Daniel berkata lain: iman adalah perkara ritme. Yang menyelamatkan Daniel bukan doa darurat semalam, melainkan doa yang bertahun-tahun sudah menjadi denyut hidupnya, sehingga larangan raja pun tidak bisa menghentikannya.

Injil menutup dengan ajakan senada. Di tengah segala goncangan, kata Yesus, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat. Orang yang terbiasa menengadah dalam doa tidak mudah tertunduk oleh keadaan.

Obat jiwa kita, masih diminum teratur, atau hanya saat gawat?

Tuhan, jadikan doa bukan tambalan daruratku, melainkan denyut harianku, tiga kali sehari, seumur hidup. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →