‹ Semua renungan

Rabu, 24 November 2027

Mimbar yang Tak Terduga

Tidak ada orang yang bercita-cita berdiri di ruang pengadilan sebagai terdakwa. Tapi sejarah iman mencatat hal yang aneh: beberapa kesaksian terbaik justru lahir di sana.

Kemarin Yesus berbicara tentang tanda-tanda dahsyat di langit. Hari ini Ia melanjutkan: tetapi sebelum semuanya itu, kamu akan ditangkap dan dianiaya, dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Lalu datang kalimat yang membalik segalanya: hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.

Kesempatan. Bukan bencana, bukan tamat. Ruang sidang yang dirancang untuk membungkam justru berubah menjadi mimbar. Dan pengkhotbahnya tidak dibiarkan sendirian: Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat. Kesaksian ternyata bukan soal pandai bicara, melainkan soal siapa yang berdiri bersama kita.

Hari ini Gereja mengenang Santo Andreas Dung Lac dan kawan-kawannya, para martir Vietnam: imam, katekis, petani, ibu rumah tangga. Pengadilan dan penjara tidak membungkam mereka; justru dari sanalah iman di Vietnam berakar dalam. Janji Yesus terbukti sampai ke huruf terakhirnya.

Kita mungkin tidak akan diseret ke pengadilan. Tapi rapat yang menekan, cibiran tetangga, ejekan halus di grup keluarga: bukankah itu mimbar-mimbar kecil kita?

Tuhan, ketika imanku dipojokkan, ubahlah sudut sempit itu menjadi mimbar, dan berilah aku kata-kata dari pada-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →