‹ Semua renungan

Selasa, 23 November 2027

Kaki dari Tanah Liat

Bangunan boleh menjulang setinggi apa pun; yang menentukan tetap fondasinya. Retak sedikit di bawah, goyah semuanya di atas.

Nebukadnezar bermimpi tentang patung raksasa: kepala emas, dada perak, perut tembaga, paha besi. Dilihat dari atas, megah luar biasa. Tapi kakinya campuran besi dan tanah liat. Lalu sebuah batu terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia, menimpa kaki itu, dan seluruh patung remuk menjadi seperti sekam yang dihembus angin. Justru batu kecil itu tumbuh menjadi gunung yang memenuhi seluruh bumi.

Kemarin kita menatap janda yang memberi dua peser di Bait Allah. Hari ini, di tempat yang sama, orang-orang sibuk mengagumi batu-batu indah Bait itu. Kata Yesus: akan datang harinya tidak ada satu batu pun dibiarkan terletak di atas batu yang lain. Semua yang megah punya tanggal runtuhnya, termasuk yang paling suci sekalipun bila hanya tinggal gedung.

Ini bukan kabar muram. Ini kabar pembebasan. Kita tidak perlu menitipkan seluruh hidup pada patung-patung emas berkaki tanah liat: harta, jabatan, nama baik. Ada satu kerajaan, kata Daniel, yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya.

Hidup kita sedang bersandar pada patung, atau pada batu itu?

Tuhan, ketika segala yang megah goyah, jadilah Engkau batu sandaranku yang tidak tergoncangkan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →