‹ Semua renungan

Senin, 22 November 2027

Sayur dan Air Putih

Godaan jarang datang dengan wajah menakutkan. Lebih sering ia datang dengan wajah lezat: fasilitas, jamuan, kemudahan. Menolaknya malah terasa tidak sopan.

Daniel dan kawan-kawannya, anak-anak buangan di istana Babel, disodori santapan raja setiap hari. Ini bukan siksaan; ini kehormatan. Justru di situ jeratnya: siapa makan dari meja raja, pelan-pelan akan hidup menurut selera raja. Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya, lalu meminta menu yang nyaris menggelikan: sayur dan air putih.

Hasilnya mengejutkan pengawas istana. Sesudah sepuluh hari, mereka justru tampak lebih segar daripada semua yang makan santapan raja. Kesetiaan kepada Allah ternyata tidak dimulai di gelanggang besar. Ia dimulai di meja makan, dalam pilihan-pilihan kecil yang tidak dilihat siapa-siapa.

Injil menampilkan padanannya: janda yang memasukkan dua peser, seluruh nafkahnya. Lagi-lagi perkara kecil di mata dunia, besar di mata Allah. Hari ini Gereja mengenang Santa Sesilia, martir muda pelindung para musisi, yang menurut kisahnya bernyanyi bagi Tuhan di dalam hatinya di tengah pesta pernikahannya sendiri. Setia dalam senyap.

Di meja mana kita paling sering kalah?

Tuhan, kuatkan aku dalam pilihan-pilihan kecil yang tidak dilihat orang, sebab di sanalah kesetiaanku kepada-Mu diuji. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →