Jumat, 26 November 2027
Tunas di Ranting Kering
Pernah menyangka sebuah tanaman sudah mati? Rantingnya kering, daunnya habis, tinggal dicabut rasanya. Lalu pada suatu pagi, di ujung ranting muncul titik hijau. Kecil sekali, tapi mengubah segalanya: ia masih hidup.
Penglihatan Daniel hari ini penuh binatang buas: singa bersayap, beruang dengan tulang rusuk di mulutnya, macan tutul berkepala empat, dan yang keempat mengerikan dengan gigi besinya. Itulah lambang kerajaan-kerajaan yang silih berganti menakutkan dunia. Tapi penglihatan tidak berhenti pada binatang: datanglah seorang seperti anak manusia, dan kepadanya diberikan kerajaan yang tidak akan musnah.
Kemarin Yesus berpesan: angkatlah mukamu. Hari ini Ia mengarahkan muka yang terangkat itu bukan ke hal yang dahsyat, melainkan ke yang sederhana: pohon ara yang bertunas. Apabila pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu musim panas sudah dekat. Begitu pula, di tengah gonjang-ganjing dunia, Kerajaan Allah sudah dekat.
Mata yang terlatih oleh iman melihat dua-duanya: binatang buas di panggung sejarah, dan tunas kecil di ranting. Lalu memilih membaca tunas. Bukan menutup mata pada yang buas, melainkan menolak dikalahkan olehnya.
Di tengah berita buruk pekan ini, tunas hijau mana yang luput kita syukuri?
Tuhan, latihlah mataku melihat tunas-tunas Kerajaan-Mu, bahkan di ranting-ranting yang tampak kering. Amin.