Sabtu, 20 November 2027
Sesal di Ranjang
Kata orang, penyesalan selalu datang belakangan. Memang begitu aturannya: kalau datang duluan, namanya bukan penyesalan, melainkan peringatan.
Antiokhus, raja yang dulu menajiskan Bait Allah dan menumpas umat dengan sewenang-wenang, kini terbaring sakit di negeri asing. Tidurnya lenyap, hatinya hancur karena kemasygulan. Dan justru di ranjang itu ingatannya menjadi jernih: teringatlah aku sekarang kepada segala kejahatan yang telah kuperbuat kepada Yerusalem. Segala kejayaan tidak lagi mampu menghiburnya. Yang tersisa hanya sesal, di tempat yang jauh dari rumah.
Kitab tidak menutup pintu bagi tobatnya. Tapi ada nada getir yang sengaja dibiarkan terdengar: mengapa harus menunggu ranjang terakhir untuk menjadi insaf?
Injil membawa kabar dari arah sebaliknya. Kepada orang Saduki yang meragukan kebangkitan, Yesus menegaskan: Allah bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup. Allah kita Allah orang hidup. Maka pertobatan pun urusan orang hidup: urusan hari ini, selagi mata masih terang dan kaki masih kuat, bukan proyek yang ditunda ke ranjang akhir.
Peringatan apa yang selama ini kita anggap angin lalu?
Tuhan, jangan biarkan aku menunda tobat sampai terlambat. Hari ini juga, kembalikanlah hatiku kepada-Mu. Amin.