Jumat, 19 November 2027
Bersih-Bersih Rumah Tuhan
Menjelang hari raya, rumah biasanya dibongkar habis. Gorden dicuci, lantai digosok, sudut yang bertahun-tahun tidak tersentuh akhirnya disapu. Rumah yang sama mendadak terasa baru.
Bacaan pertama mencatat kerja bakti terbesar dalam sejarah Israel. Setelah Bait Allah dinajiskan oleh penjajah, Yudas Makabe dan saudara-saudaranya mentahirkannya, membangun mezbah baru, lalu merayakan pentahbisan delapan hari penuh dengan kidung dan sukacita. Penghinaan yang bertahun-tahun itu terhapus. Peristiwa itu dikenang orang Yahudi sampai kini sebagai Hanukkah, pesta cahaya.
Kemarin Yesus menangisi Yerusalem. Hari ini Ia masuk ke Bait Allah dan bertindak: mengusir para pedagang. Rumah-Ku adalah rumah doa, tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun. Air mata-Nya ternyata bukan air mata yang pasrah; ia bergerak, membersihkan, memulihkan.
Paulus pernah menyebut tubuh kita bait Roh Kudus. Kalau begitu, bait yang satu ini pun butuh jadwal bersih-bersih. Adakah meja dagang yang diam-diam berdiri di dalamnya: pamrih di balik pelayanan, hitung-hitungan di balik doa, kebiasaan lama yang menajiskan? Kabar baiknya: bait yang kotor tidak dibuang. Ia dibersihkan.
Sudut mana dari bait hati kita yang paling lama tidak disapu?
Tuhan, masuklah ke dalam baitku. Usirlah apa pun yang bukan milik-Mu, dan jadikan hatiku kembali rumah doa. Amin.