‹ Semua renungan

Senin, 15 November 2027

Ketika Semua Harus Sama

Arus punya cara halus untuk memaksa. Mode berganti, semua ikut. Gaya bicara berubah, semua menyesuaikan. Yang berbeda ditertawakan, dan lama-lama memilih diam.

Bacaan pertama membuka pekan ini dengan kisah yang gelap. Raja Antiokhus mengeluarkan titah: semua orang harus menjadi satu bangsa; masing-masing harus melepaskan adatnya sendiri. Banyak orang Israel menyesuaikan diri; ada yang bahkan bersemangat menyambutnya. Kitab Taurat dibakar, mezbah dinajiskan. Tetapi, catat kitab itu, ada banyak orang yang menetapkan hatinya untuk tidak ikut, walau nyawa taruhannya.

Injil memberi gambar yang bergerak berlawanan arah dengan arus. Pengemis buta di pinggir jalan Yerikho berseru kepada Yesus. Orang banyak yang berjalan di depan menegor dia supaya diam. Ia justru semakin keras berseru. Dan Yesus berhenti. Seluruh rombongan besar itu ikut berhenti karena satu suara yang menolak dibungkam.

Dua bacaan, satu pelajaran: iman kadang menuntut keberanian untuk tidak serempak. Bukan demi tampil beda, melainkan karena ada satu Suara yang lebih patut didengar daripada suara orang ramai.

Di titik mana kita selama ini ikut diam, hanya karena semua orang diam?

Tuhan, ketika arus menekan, teguhkanlah hatiku. Beri aku keberanian si buta: terus berseru kepada-Mu sampai Engkau berhenti. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →