Kamis, 11 November 2027
Separuh Mantel
Ada kisah termasyhur tentang Martinus dari Tours, yang pestanya kita rayakan hari ini. Ia prajurit muda Romawi. Di gerbang kota Amiens pada suatu musim dingin, seorang pengemis hampir mati kedinginan. Martinus tidak membawa apa-apa selain mantel dinasnya. Maka ia menghunus pedang, membelah mantel itu menjadi dua, dan memberikan separuhnya. Malamnya ia bermimpi melihat Kristus mengenakan separuh mantel itu.
Kemarin kita melihat satu orang kusta yang kembali bersyukur. Hari ini orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus: kapan Kerajaan Allah datang? Mereka menunggu tanda besar di langit. Jawaban Yesus menggeser seluruh pertanyaan: Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah; sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.
Ada di antara kamu. Bukan nanti, bukan di sana. Kerajaan itu hadir setiap kali kehendak sang Raja dilakukan: setiap mantel yang dibelah dua, setiap maaf yang diberikan, setiap kursi meja makan yang digeser untuk orang lain.
Kita sering seperti orang Farisi: sibuk menunggu yang spektakuler, sampai melewatkan yang sederhana di depan mata.
Mantel apa yang hari ini bisa kita belah dua?
Tuhan, bukalah mataku untuk melihat Kerajaan-Mu yang sudah ada di antara kami, dan gerakkan tanganku untuk ikut menghadirkannya. Amin.