‹ Semua renungan

Jumat, 12 November 2027

Menikmati Lukisan, Melupakan Pelukis

Senja yang bagus selalu memancing orang berhenti. Ponsel diangkat, foto diambil, dibagikan ke mana-mana. Langit dipuji ramai-ramai. Tapi pernahkah, sekali saja, pujian itu diteruskan kepada yang melukisnya?

Kitab Kebijaksanaan hari ini memakai kata yang indah: ada orang-orang yang berhadapan dengan pekerjaan-Nya namun tidak mengenal Senimannya. Mereka terpesona pada api, angin, bintang, dan laut yang bergelora, lalu berhenti di situ. Padahal, kata sang bijak, justru dari kebesaran dan keindahan ciptaan orang dapat mengenal Penciptanya. Keindahan itu tangga, bukan atap. Sayang, banyak orang memilih berhenti di anak tangga pertama.

Injil menyebut bahaya yang serupa dengan nada lebih keras: seperti zaman Nuh. Orang makan dan minum, membeli dan menjual, menanam dan membangun. Perhatikanlah: semua kegiatan itu baik, tidak ada satu pun yang dosa. Yang hilang hanya satu: memandang ke atas. Hidup mereka penuh, tapi penuh dengan yang sementara saja, sampai air bah datang.

Iman tidak meminta kita berhenti menikmati dunia. Iman meminta kita menikmatinya sampai tuntas: sampai kepada Senimannya.

Keindahan apa yang hari ini bisa menjadi tangga doa kita, bukan sekadar bahan unggahan?

Tuhan, Seniman segala yang indah, jangan biarkan aku berhenti pada lukisan-Mu. Antarlah kekagumanku sampai kepada-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →