Sabtu, 6 November 2027
Nama-Nama di Halaman Akhir
Di halaman akhir skripsi selalu ada lembar ucapan terima kasih. Nama-nama yang tidak muncul di sampul: orang tua, teman seangkatan, ibu kos yang meminjamkan printernya. Tanpa mereka, sampul itu tidak pernah ada.
Penutup surat Roma yang kita dengar hari ini mirip lembar itu. Paulus menderetkan nama: Priskila dan Akwila yang mempertaruhkan nyawa, Maria yang bekerja keras, Tertius yang menuliskan surat, Gayus yang memberi tumpangan. Tidak ada satu pun dari mereka yang menulis kitab. Mereka membuka rumah, menjahit tenda, menulis dikte, menyediakan kamar.
Kemarin Yesus memuji kecerdikan seorang bendahara. Hari ini Ia melanjutkan pelajarannya: barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Deretan nama di akhir surat Roma adalah bukti hidup kalimat itu. Gereja berdiri bukan hanya di atas para rasul besar, melainkan di atas ribuan kesetiaan kecil yang tidak dicatat buku sejarah. Tetapi dicatat Allah, lengkap dengan namanya.
Kalau surat untuk Gereja zaman ini ditulis hari ini, adakah nama kita di daftar salam itu? Bukan karena hebat, melainkan karena setia?
Tuhan, aku tidak harus menjadi besar. Jadikanlah aku setia dalam perkara-perkara kecil yang Kaupercayakan hari ini. Amin.