Kamis, 4 November 2027
Yang Satu Itu
Pernah kehilangan kunci? Satu rumah bisa dibongkar. Laci dibuka, sofa diangkat, tas dikeluarkan semua isinya. Anehnya, sembilan kunci lain yang tergantung rapi di dinding tidak menghibur kita. Yang dicari tetap yang satu itu.
Kemarin Yesus bicara soal harga mengikuti Dia: melepaskan segala milik. Hari ini Ia memperlihatkan sisi sebaliknya: Allah yang tidak pernah rela melepaskan kita. Gembala meninggalkan sembilan puluh sembilan domba demi satu yang sesat. Perempuan menyalakan pelita dan menyapu rumah demi satu dirham.
Logika dagang pasti protes. Satu dari seratus itu cuma satu persen; relakan saja, tidak sebanding dengan capeknya. Tapi kasih tidak memakai persen. Bagi kasih, yang hilang selalu punya nama, bukan angka.
Hari ini Gereja mengenang Santo Carolus Borromeus, uskup Milan. Ketika wabah melanda kotanya dan banyak pembesar mengungsi, ia justru tinggal, merawat orang sakit, mencari yang terkapar di jalan-jalan. Gembala yang tidak menghitung risiko dengan persen, karena gurunya juga tidak.
Adakah orang di sekitar kita yang selama ini diam-diam kita relakan hilang, karena mencarinya terasa tidak sepadan?
Tuhan, Gembala yang baik, jangan pernah lelah mencariku. Dan pinjamkanlah hati-Mu kepadaku, agar aku pun mau mencari yang hilang. Amin.