‹ Semua renungan

Minggu, 31 Oktober 2027

Dengarlah

Hari-hari kita penuh bunyi. Suara kendaraan, suara pengeras di mana-mana, suara orang berdebat. Anehnya, di tengah dunia yang sangat bising ini, keluhan yang paling sering terdengar justru: tidak ada yang mau mendengarkan aku. Di rumah pun begitu: semua sibuk berbicara, jarang ada yang sungguh menyimak. Banyak bunyi, sedikit telinga.

Perintah paling utama dalam seluruh Kitab Suci ternyata tidak dimulai dengan kata lakukanlah, berilah, atau berjuanglah. Ia dimulai dengan kata dengarlah. Shema Yisrael, dengarlah hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Dia dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kekuatan. Sampai hari ini orang Yahudi yang saleh mendaraskannya setiap pagi dan petang. Sebelum manusia bisa mengasihi, ia harus lebih dulu mendengarkan. Kasih yang tidak berakar pada mendengarkan cepat berubah menjadi kesibukan yang memaksakan diri.

Seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus: hukum manakah yang paling utama? Dari ratusan aturan yang mereka hafal, enam ratus tiga belas jumlahnya menurut hitungan para rabi, Yesus menjawab dengan mengutip Shema itu, lalu segera merangkaikannya dengan yang kedua: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Dua perintah, satu tarikan napas. Mengasihi Allah tanpa mengasihi sesama itu omong kosong; mengasihi sesama tanpa akar pada Allah itu cepat layu.

Ahli Taurat itu setuju, bahkan menambahkan: kasih itu jauh lebih utama daripada semua korban bakaran dan korban sembelihan. Jawaban yang berani, diucapkan di Bait Allah, tempat korban-korban itu dipersembahkan setiap hari. Dan Yesus memujinya: engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah. Tidak jauh. Sebab tahu saja belum berarti sampai; dari kepala menuju hati dan tangan masih ada perjalanan.

Bacaan kedua menunjukkan ke mana perjalanan itu berujung. Yesus bukan hanya mengajarkan kasih yang utuh; Ia menjalankannya sampai habis, mempersembahkan diri-Nya sendiri satu kali untuk selama-lamanya. Pada salib, kasih kepada Allah dan kasih kepada manusia bertemu sempurna dalam satu tubuh.

Menutup bulan Oktober, bulan Rosario ini, baiklah kita belajar dari Maria, perempuan yang paling tahu artinya mendengarkan firman dan menyimpannya dalam hati. Mulailah dari yang paling sederhana: hari ini, dengarkanlah. Allah lebih dulu, lalu suara orang-orang serumah kita. Dari telinga yang terbuka, kasih menemukan jalannya.

Tuhan yang esa, bukalah telingaku untuk mendengarkan Engkau, agar aku dapat mengasihi-Mu dengan segenap hati dan mengasihi sesamaku seperti diriku sendiri. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →