‹ Semua renungan

Jumat, 22 Oktober 2027

Pandai Membaca Langit

Orang tua di desa bisa meramal hujan hanya dengan menengok langit dan mencium angin. Mendung menggantung di barat, angin berhenti, capung terbang rendah: sebentar lagi turun. Tanpa alat apa-apa, jarang meleset.

Yesus mengakui kecerdasan semacam itu: rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya. Tetapi Ia menyesalkan satu hal: mengapa kamu tidak dapat menilai zaman ini? Pandai membaca awan, buta membaca kehadiran Allah yang berdiri di depan mata. Cermat pada cuaca, lalai pada arah hidup sendiri.

Kemarin kita mendengar Paulus bicara tentang upah dosa dan karunia Allah. Hari ini ia jujur membuka pergumulannya: yang baik yang kukehendaki tidak kuperbuat, yang jahat yang tidak kukehendaki justru kuperbuat. Aku, manusia celaka! Membaca diri sendiri memang lebih sulit daripada membaca langit. Tetapi Paulus tidak berhenti pada keluhan; ia berhenti pada syukur: syukur kepada Allah, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Yohanes Paulus II, yang kita kenang hari ini, adalah pembaca zaman yang tekun. Seruannya yang termasyhur masih bergema: jangan takut, bukalah pintu bagi Kristus. Membaca zaman bukan untuk cemas, melainkan untuk membuka pintu.

Tanda apa yang sedang Allah tuliskan di langit hidup kita hari-hari ini?

Tuhan, berilah aku mata untuk membaca zaman dan keberanian membuka pintu bagi-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →