Sabtu, 23 Oktober 2027
Setahun Lagi
Di banyak halaman rumah ada satu pohon yang nasibnya sering dirundingkan. Sudah bertahun ditanam, tidak juga berbuah. Ditebang sayang, dibiarkan memakan tempat. Biasanya ada satu suara yang membela: beri waktu setahun lagi, kita pupuk dulu.
Perumpamaan Yesus hari ini persis adegan itu. Pemilik kebun sudah tiga tahun mencari buah pada pohon ara itu dan kecewa. Tebanglah, katanya, untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma. Tetapi pengurus kebun membela: biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk.
Kita adalah pohon ara itu. Dan Yesus adalah pengurus kebun yang berdiri di antara kita dan kapak. Setiap pagi yang masih kita hirup sesungguhnya hasil pembelaan-Nya: setahun lagi, beri dia kesempatan.
Tetapi jangan salah baca. Penangguhan bukan pembatalan. Dua kali Yesus mengulang di awal: jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa. Waktu tambahan diberikan untuk berbuah, bukan untuk menunda.
Paulus menyebut hidup baru itu hidup menurut Roh, dan buahnya hidup serta damai sejahtera. Tanah kita sedang dicangkul, pupuk sedang ditabur. Musim ini, buah apa yang mulai kita hasilkan?
Tuhan, terima kasih untuk kesabaran-Mu. Jangan biarkan tahun ini berlalu tanpa buah pertobatanku. Amin.