‹ Semua renungan

Kamis, 21 Oktober 2027

Upah dan Hadiah

Pada tanggal gajian, tidak ada karyawan yang berterima kasih berlebihan kepada perusahaan. Wajar saja, itu upah, hasil keringat sendiri. Lain halnya bila tiba-tiba menerima hadiah yang tidak pernah diperjuangkan. Upah dihitung, hadiah mengejutkan.

Paulus hari ini memakai bahasa penggajian: upah dosa ialah maut. Dosa itu majikan yang tertib administrasi; ia selalu membayar, dan bayarannya kematian. Tetapi perhatikan belokan kalimatnya: karunia Allah ialah hidup yang kekal. Paulus tidak menulis upah ketaatan ialah hidup kekal. Hidup kekal bukan gaji yang dikumpulkan dari lembur rohani. Ia karunia, hadiah, pemberian dalam Kristus Yesus.

Kemarin kita diingatkan bahwa semua yang ada pada kita adalah titipan yang akan dituntut pertanggungjawabannya. Hari ini sisi satunya: yang paling berharga justru tidak dituntut dari kita, melainkan diberikan kepada kita.

Maka aneh bila hadiah sebesar itu disambut dengan dingin. Yesus dalam Injil merindukan api yang menyala di bumi. Ia tidak mencari pengikut suam-suam yang sekadar tidak menolak. Kasih karunia yang sungguh diterima selalu membakar: menghangatkan yang dekat, kadang menggesek yang menolak. Damai palsu memang bukan tujuan-Nya.

Api itu masih menyala dalam diri kita, atau tinggal abu yang sopan?

Tuhan, syukur atas hadiah hidup kekal. Nyalakanlah kembali api-Mu dalam hatiku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →